![]() |
| foto: pinterest |
Cahaya, kata ini kerap kali aku gunakan secara berulang pada sekmen fiksi di laman ini. Sebenarnya ada apa sih dengan ungkapan itu?
Terdengar klise memang. Tapi hadirnya membangkitkan harap yang telah suram sejak lama.
Karenanya, hidup terasa baik-baik saja.
Terdengar seperti senandung yang mampu memanggil semangat kapan saja.
Bahkan jika dalam bentuk secercah.
Cahaya, terimakasih selalu menjalankan tugasmu meski kadang hadir tidak tepat pada waktunya.
Cahaya di atas Perbatasan. Cerita fiksi ini berakar dari imajinasi bocah esempe yang gemar menikmati novel fiksi fantasi kerajaan. Maklumi saja jika tidak manuk di akal. Di luar nurul. Dan gak habis fikri.
Tapi aku penasaran deh, kalian juga liar gini gak ya halu nya? Mohon tolong bilang aku kalau kalian juga ngalamin ini. Huhuu
Tiba-tiba pengen jadi prinses
-dopamemi

Comments