![]() |
| foto: pinterest |
Selamat datang di part terakhir cerpen pendek yang aku tulis sejak SMP. Masa sedang halu-halunya ya bund....
Enjoy!
Cahaya di atas Perbatasan (2)
Oleh: dopamemi
Pregnant Queen
Desember 997, Queen memberitahukan kehamilannya ke publik. Kehamilan Queen sudah beranjak 1 bulan. Acara syukuran diselenggarakan tanggal 31 tengah malam, mereka merayakan natal bersama, tahun baruan, serta syukuran untuk Queen yang telah mengandung penerus kerajaan.
"Apakah aku boleh mengambil jagung ini"
"Mama, aku mau sapi bakar"
"Jangan kau tinggalkan panggangan ayam itu"
"Queen membayar berapa atas ulah kalian malam ini, huh"
Tak lupa Icha mengundang Steve dan keluarganya. "Ternyata orang gila ini sudah akan memiliki bayi kecil, kuharap kau tidak lupa soal janji kita" Canda Steve sembari memberi emas hasil tambang khas Celestia North.
Medicha pun berterima kasih atas hadiah itu dan teringat akan perjanjian mereka.
Flashback :
Saat itu Icha mengunjungi Steve saat putra mahkota Eren telah lahir karena ingin menolong musibah yang dialami di Calestia North Kingdom
"bagaimana kalau kita membuat misi? setelah anak kita dijodohkan mereka harus menjalankan misi menyatukan kedua kerajaan"
"Bagaimana jika aku belum menikah?"
Flashback end.
"Yah, aku sudah menikah dan mengandung, tentu saja aku masih ingat Steve. Tumben kau ingat juga biasanya kau pikun" Canda Icha.
"Perjanjian apa yang kau maksud, stev?" Tanya George
"Biarlah itu menjadi rahasia kami" Jawab Steve secara misterius
Mereka pergi ke halaman belakang untuk mengobrol ria dan meminum teh khas Velasco Bela.
Welcome princess Eloise
31 Agustus 998, telah lahir penerus kerajaan alias putri mahkota Velasco Bela. Para petugas kerajaan menyebarkan informasi kepada seluruh rakyat hingga ke Calestia North Kingdom. Banyak orang pintar yang memberi ramuan khusus untuk ibu pasca melahirkan, tak jarang rakyat-rakyat mendoakan anak pertama Queen mereka.
Steve yang mendengar kabar ini pun segera bersiap. Steve, istrinya, dan Prince Eren yang sudah berusia 1,6 tahun sangat senang ketika akan bertemu dedek bayi.
Eloise Falindeer VelascoBela, panggil saja Elis. nama yang cantik. Eren tak berhenti tersenyum seperti melihat jodohnya di masa depan.
"Dedek na pwiti ma" Celoteh Eren.
dedek nya pretty (cantik) ma
"Really? Do you like her, baby?" Goda papa Steve.
Benarkah? Apakah kamu menyukainya, sayang?
"Sttt mereka masih terlalu kecil stev, emang kau dari dulu gila nya gak sembuh-sembuh ya" Celetuk Medicha kesal. Geo menyabarkan istrinya "Sabar sayang, hahaha"
Eren dan Elis
Tujuh belas tahun berlalu Medicha dan George makin tua, makin bertambahnya usia Princes Elis tumbuh sebagai gadis yang ramah dan baik hati, serta pintar tentunya. Hobinya adalah memanah, maka dari itu dia sering berburu.
Omong-omong, sama seperti kedua orangtuanya Elis dan Eren menjadi teman kecil namun tidak dekat. Ya… Apalagi Elis yang sangat membenci keusilan Eren. Ketika Elis letih sehabis berburu, ia beristirahat di bawah pohon rindang. Eren menggelitik Elis menggunakan bulu ayam yang dia dapat ditengah jalan. Elis terkejut dan langsung bangun, was-was jika ada musuh– eh ternyata orang itu adalah Eren, manusia yang lebih tua satu tahun enam bulan dari padanya.
"Tidakkah bisa kau menjauh dariku barang sejenak? Jangan;ah mengusik ketenanganku walau hanya sehari" Keluh Sang Putri dengan nada jengah.
"Tentu, jika kau memintanya. Namun ketahuilah, hatiku seakan tidak tenang jika tak melihat raut wajahmu yang sedang meradang itu"
"Ck" Elis berdecak "ganggu istirahat aku aja, mau kau apa sih?"
"Mau? Maukah kau menjadi kekasihku?" Canda Eren
Elis menunduk karena pipinya memerah, walau kesal bukan kepalang gara-gara ulah orang di depannya ini tak dipungkiri ia telah memendam rasa lebih dari teman kecil kepada Eren sejak ia satu kelas dengan Eren di Calvelas High School. Sekolah Menengah Atas yang terletak di perbatasan.
Ups, benci atau suka nih? Hahaha
Eren menyentak "Kenapa kau melamun? Aku serius" Dia tampak mulai bersungguh-sungguh. Elis kaget dan
plak
Ia memukul lengan Eren. "Dasar! Pangeran macam apa k? Tidak ada romantis-romantisnya, kau hanya mengganggu istirahatku, huh"
"Ya Tuhan… jadi, kamu tidak menyukainya? Padahal di hutan seperti ini ku rasa cukup romantis, dasar galak. Elis menyahut tak kalah sinis, "Apa tadi?" Hampir saja Sang Putri meninju pohon di sebelahnya, namun dia mengurungkan niat nya.
"Aku gak galak!"
Eren mengejek keras "Tuan Putri yang galak, aku akan pergi ke perbatasan, tidakkah kamu ingin ikut denganku?"
"Terserah" Elis termakan gengsi. Meski sambil mendengus kesal, ujung-ujungnya dia mengikuti Eren ke perbatasan, kapan lagi jalan berdua.
Seperti itulah setiap harinya, setiap ada perdebatan pasti akan kembali seakan tidak ada yang terjadi diantara mereka. Sesampainya mereka di perbatasan Eren memberikan sesuatu seperti kantong untuk Elis.
"Bukalah saat kamu ingin tidur. Jangan curang" Peringatan yang terkesan memerintah, bukan? Entah apa yang diinginkan Pangeran ini. Elis hanya menanggapi malas, "Hm baiklah."
Malam hari, bulan purnama menyinari wilayah Velasco Bela. Sudah saatnya seluruh manusia istirahat. Tetapi seorang gadis masih terjaga dari tidurnya, ia teringat bahwa ada yang harus dilakukan. Yaitu membuka kantong itu ketika ingin tidur.
"Mimpi apa Eren memberikan ini kepadaku?" Setelah dibuka,ternyata isinya adalah bibit bunga Poppy, Rosario, Alkitab, dan sepucuk kertas bertulis tangan. Eren menuliskan surat istimewa, hanya untuk Elis.
Selamat malam matahariku. Tidakkah kau lihat betapa anggunnya rembulan malam ini? Sungguh, rasa cemburu merayap di hatiku melihat cahaya bulan berani membelai parasmu, sementara aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan.
Kata mama, memendam sesuatu itu tidak baik. Maka dari itu aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu.
Betul katamu, aku bukanlah orang yang romantis. aku hanyalah makhluk jahil yang menjengkelkan. Namun, jujur aku sudah menyayangimu sejak lama. Aku melakukan berbagai cara agar selalu dekat denganmu. Hingga suatu ketika aku merasa bahwa ada yang salah denganku?
Dan.. Ya benar, aku telah mencintaimu. Bagaimana bisa? Parasmu, merdu tawamu, tutur katamu berhasil memikat hatiku. Oh iya tidak usah dipikirkan, kurasa ini tidak penting. Anggap saja tikus yang berlalu lalang di loteng. Selamat beristirahat, Tuhan menyertaimu. Matahariku, Eloise Falindeer.
– eren nya elis
Sungguh, Elis tidak menyangka akan hal ini. "Apa itu barusan…?"
Perasaannya campur aduk, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Surat dari Eren disimpan dengan baik di dalam rak. Akan tetapi, Elis tidak bisa tidur memikirkan surat dari eren. Orang yang sangat menjengkelkan ternyata bisa menulis surat dengan puitis seperti itu? Oh astaga, makan apa dia barusan, eoh. Namun Elis bertekad untuk menemuinya dan meminta kesungguhan Eren esok hari. Jadi, agar tidak kesiangan Elis pun segera tidur dengan senyum tipis di wajahnya.
Telaga Nacific
Matahari memunculkan dirinya dari timur, ayam-ayam menangisi nasibnya karena belum sarapan. Gadis yang sedang terlelap pun akhirnya terusik dengan keributan kecil itu dan bersiap untuk menemui Eren sang pujaan hati dan tak lupa membawa surat yang semalam. Oh iya, karena hari ini adalah libur, maka kerajaan dan rakyat lainnya beristirahat. Istana akan tetap dibuka, namun tidak beraktivitas dengan aktif termasuk Calestia North Kingdom.
Elis pergi ke perbatasan bersama Noir, kuda kesayangannya. Sampai diperbatasan, Elis masih melihat beberapa warga berjualan di pasar. Elis heran dan menghampiri kakek tua disitu, dia tampak kelelahan.
"Kek, bukannya hari ini libur? Kenapa kakek masih disini?" Tanya Elis
"Kakek membutuhkan beberapa koin untuk membeli obat Yang Mulia, dan kakek tidak pernah berlibur"
"Obat? Untuk kakek?
" Untuk istri kakek, dia sedang sakit"
Elis merasa iba, dan memberikan beberapa keping koin emas untuknya. "Maaf kek, saya tidak membawa banyak. Saya harap dapat membantu kakek. Kakek juga butuh istirahat, nikmatilah hari libur ini"
"Terimakasih banyak Putri Mahkota, Tuhan menyertaimu"
"Amin kek, Tuhan menyertai kakek dan keluarga"
Disisi lain, Eren sedang berjalan menuju Velasco Bela Kingdom untuk menemui Elis berhenti menyaksikan itu semua dan menghampiri Elis.
"Shalom Lis!"
"Hee, kamu mengagetkan ku saja."
"Kenapa kamu disini?"
"Emm, a-aku mau–"
"Biar kutebak, kamu pasti ingin menemui Putra Mahkota Calestia North"
Sial, kenapa tepat sekali.
"Aku tidak! Hanya ingin melihat-lihat. Lagian libur." Dalih Elis.
"Baiklah-baiklah, mari berlibur denganku"
"Terserah padamu"
"Ayo!" Eren menggandeng Elis dan berjalan menuju sebuah kedai yang tak jauh dari hutan. Kedai ini sudah tutup tetapi masih ada kursi untuk duduk. Semilir angin menerpa wajah dua sejoli tersebut, namun belum ada yang membuka pembicaraan. Dengan mengumpulkan keberanian, Elis memulai terlebih dahulu.
"Eren"
"Elis"
Ternyata mereka bersamaan memanggil satu sama lain.
"Iya Lis?" Eren mempersilahkan.
"Terimakasih" Elis mengulas senyum manisnya
"Untuk?" Tanya Eren pura-pura tidak mengerti
"Hais kamu ini"
"Haha iya-iya. Bagaimana? Aku cukup romantis bukan?" Kata Eren percaya diri sambil mengelus kepala Elis
"Sebetulnya aku kagum denganmu, seperti udang dibalik batu"
"Aku tidak mengerti"
"Orang sepertimu tidak akan mengerti"
"Giliran dirimu"
"Aku kenapa?”
"Kenapa memanggilku tadi?"
"Emm" Eren mulai tersipu, wajahnya memerah. "Menurut ahli cinta dunia, wanita butuh kepastian bukan? Jadi, bagaimana"
Elis terdiam, hatinya berteriak "IYA". " Dan kamu percaya hal ini?" Elis tanya balik
"Jujur, iya. Sungguh aku tidak berpengalaman. Kamu bisa pikirkan itu nanti, mari kita berjalan mencari angin. Will you?" Ajak Eren sambil mengadahkan tangannya kedepan Elis dengan harapan disambut oleh Elis.
Dengan berdebar, Elis menyambut tangan Eren dan ikut 'mencari angin' katanya. Elis sangat menikmati momen ini. Noir berjalan didepan mereka sambil dipegang talinya oleh Eren, dan tangan yang satu lagi memegang tangan Elis. Sepanjang perjalanan mereka ngobrol dan mengomentari banyak hal dengan tangan yang tak lepas dari tautan. Eren berseru dengan nada mengejek "tanganmu mungil sekali". Elis yang kesal langsung saja menggelitik Eren, kebetulan mereka sudah sampai di rerumputan tepi telaga yang jernih. Telaga ini sudah masuk ke kawasan Calestia North, bayangkan saja seberapa jauh mereka berjalan sembari bertautkan tangan.
Telaga Nacific, genangan air yang sangat jernih, tersembunyi, dan harum melati yang semerbak. Tak banyak orang mengenal telaga ini, hanya kaum bangsawan atau pemburu saja yang familiar. Telaga ini dipercaya sebagai telaga suci, maka dari itu letaknya agak tersembunyi, di daerah barat hutan Calestia North.
Dalam sekejap, Eren meraih tangan Elis dan menariknya untuk duduk menghadap ke telaga. Eren mulai bersenandung
Elis menatapnya kagum, remaja di depannya ini sungguh mengagumkan. Eren tersenyum bangga dan menatap Elis dengan tatapan yang sulit diartikan. “bagaimana menurutmu? apakah suaraku tak lebih merdu daripada surat semalam?” Goda Eren sembari menoel pipi gadis di sebelahnya. “hahaha, bisa jadi?” jawab Elis.
“Sekarang Eren serius. Berkenankah Elis menjadi Princessnya Eren?” ungkap Eren dengan kata-kata yang sedikit asing namun mampu membuat jutaan kupu-kupu berkeliaran di perut Elis.
Elis terkejut ternyata surat yang kemarin tidak main-main, Eren bersungguh-sungguh kepadanya. Dalam diam, dia memuji seorang putra mahkota Calestia North, pemuda penuh bakat yang mampu memikat hati semua orang termasuk gadis ini. Elis masih membisu, Eren pun menyahut.
Eren, “Jadilah terang di hatiku dan matahari yang menghangatkan semua orang. Maukah kamu?”
Elis, “Aku tidak. Tidak menolak” jawab Elis sambil nyengir. “Sungguh? Seorang Putra Mahkota menyatakan perasaannya kepadaku! Apakah aku harus membuat pesta malam ini?”
Eren, “Jangan beri tahu siapapun”
Elis mengangkat bahu dan berujar “Ya, aku senang membuat kejutan, terlebih jika untukmu”
“maksudmu? Kita akan menikah dan mempublikasikan secara resmi hubungan ini?” Godanya.
Elis sedikit malu dan mengelak “Tidak tahu, anggap saja aku tidak pernah mengatakannya”
Elis hampir tidak bisa mengelak. Jujur, itu yang dipikirannya sekarang karena setiap kerajaan ada tradisi untuk mempublikasikan suatu hubungan secara resmi didepan rakyat. Sembilan belas September, di telaga Nacific, kedua insan memulai statusnya sebagai pasangan.
Hari-hari bersama
Mereka menghabiskan waktu dengan berkarya dan melakukan bakti sosial bersama. Sehingga rakyat mulai tak asing dengan kerajaan satu sama lain, karena mereka sering berkunjung hingga ke desa pelosok. Selang beberapa bulan, rakyat mulai terbiasa dengan datangnya warga kerajaan tetangga ke wilayah mereka entah untuk berlibur, berbelanja, atau sekedar melihat-lihat setelah puluhan tahun lamanya.
Kenangan akan masa lalu membekas dihati masyarakat, kerajaan mereka dijajah kemudian terpisah menjadi dua wilayah. Sehingga mereka ingin kerajaan bersatu kembali. Suara masyarakat didengar oleh pemimpin masing-masing kerajaan. Sehingga mereka memutuskan untuk bertemu secara privat dan berunding akan hal ini.
Pertemuan ini berlangsung di istana Velasco Bela pada pagi hari. Permaisuri, Putra Mahkota, serta Princess Daleeana Fwenchy Calestia adiknya Eren ikut menemani Raja Steve. Mereka dijamu dengan baik oleh pelayan di situ, Queen pun mengajak Prince George dan Putri mahkotanya ketika melihat Eren ikut serta. Sebelum membahas poin pentingnya, mereka ngobrol santai membahas sesuatu yang lagi panas-panas nya.
Dipancing oleh Princess Lena “Ma, Lena pernah lihat kak Eren bilang pretty ke kak Elis”
Steve, “Really? Sudah berani godain cewe yaa kamu”
Elis tersipu ingin menghilang rasanya, namun Eren tetap santai sambil merespons “Kenapa jika godain pacar sendiri? Em, Kita telah terikat, bukan?”
Queen Icha teringat akan perjanjian dia dengan Steve. Ternyata tanpa dijodohkan mereka sudah merangkai kisahnya sendiri. Doa orangtua sangat manjur yah. "18 tahun lalu ketika aku mengunjungi baby Eren"
"Oh aku ingat persis" Sahut Steve
"Apa yang terjadi ma?" Beo Elis
"Tanya sendiri sama papa mertua mu"
"M-maksud mama?"
"Jika aku tidak membuat misi, maka Elis tak akan lahir dan Icha tidak menemukan cinta sejatinya" Sahut Steve
"Misi?"
"Rencana Tuhan sungguh tidak mudah ditebak ya Steve" Jawab Icha
Steve, "Kita belum melaksanakan upacara penjodohan untuk mereka tapi–"
"Apa?" Eren bingung
Steve menjelaskan dengan sabar "Dua minggu setelah kamu lahir, Maut hitam menyerang hampir setiap orang dewasa di Calestia. Jadi, Ayah, Ibu dan orang dewasa lainnya berusaha melindungi serta menyelamatkan diri. Queen Icha berkunjung dan menolong kita untuk menyembuhkan Maut Hitam dengan tabib handal dari Velasco Bela. Kamu tahu? Sesuatu yang terjadi di masa lalu masih Membekas di hati rakyat. Bagaimanapun juga kita ini adalah satu, namun kami belum menemukan solusi yang tepat untuk menyatukan kerajaan maka dari itu kita membahasnya. Akhirnya kita berencana menjodohkan anak kami dan menyerahkan misi untuk menyatukan kedua kerajaan kepada kalian." Steve jeda sebentar dan meminum teh Chamomile.
Steve melanjutkan "Ternyata kalian sudah melancarkan rencana pertama. Karena, belum dijodohkan pun ini sudah mengarah ke misi tersebut jadi kita tidak perlu ikut campur terlalu banyak. Hanya saja pesta pernikahan yang sangat meriah harus diselenggarakan di dua kerajaan hahaha”
Geo mendukung dan memberi saran “bagaimana jika di perbatasan saja pestanya? Bukankah ingin menyatukan kedua kubu?”
Elis manyun dan merengek “PAPA! kaka masih sekolah loh”
Lena, “Lena suka pesta”
“Terimakasih Yang Maha Kuasa, awalnya Eren bingung cara memperkenalkan Elis ke Ayah dan Ibu. Sungguh, Eren takut akan ditentang. Ternyata– kita ini penuh dengan garis takdir tak terduga yah. Kasihku?” Remaja itu terkekeh sambil melirik kekasihnya.
Elis nampak tak percaya “oh tidaaaak, kenapa begit–”
“HAHAHA” Semua orang disitu tertawa melihat reaksi Elis.
Akhirnya King dan Queen membahas hal intinya dan anak-anak diajak bermain oleh Elis di taman. Lena bermain bersama Bulbul, anjing Elis. Eren menghampiri pelukis istana yang bekerja disitu. Kemudian Sang Pangeran menghampiri kekasihnya. “Tersenyumlah, Tuan Putriku!” Ujar Eren ketika menggenggam jemari sang pujaan hati di sebelahnya. Spontan, Elis memamerkan deretan giginya yang rapi, dihiasi manisnya gingsul.
“Mengapa kakak tampil sangat indah? sungguh kakak begitu cantik hari ini!” puji Lena yang tak jauh dari situ. Elis mengembangkan senyumnya dan berterima kasih “Terima kasih adik manis.” Mereka sungguh menikmati momen menjadi patung sementara, rela untuk mengabadikan parasnya. Tak kurang dari 30 menit, lukisan kecil tersebut telah jadi. Alas lukis yang pas dengan saku pakaian Pangeran di era itu, pun berhasil memadukan warna cat bersamaan dengan memori indah pasangan itu.
Pasangan Agung “E”
Pertunangan berlangsung secara sederhana dan privat, dihadiri oleh masing-masing keluarga besar termasuk kakek nenek nya. Keesokan harinya mereka berunding untuk menentukan nama kerajaan yang baru, tak butuh waktu lama karena Elis dan Eren sebut saja couple E telah merencanakannya jauh hari.
Nama kerajaan kita sangat unik, "Vaceodefor Moderny" Kingdom. Nama yang diciptakan oleh couple E memiliki makna yang sangat dalam. V dari Velasco Bela, AC bersumber dari Calestia jika C dan A ditukar, EO & DE dari Eloise Falindeer, FOR dari Hwiforger, Moderny dari bahasa Latin yaitu moderni yang berarti modern sebagai harapan untuk rakyat dan kerajaan agar lebih modern di kemudian har tetapi tetap mempertahankan unsur kerajaannya. Usul ini disetujui oleh banyak pihak termasuk Queen dan King.
"Vaceodefor, JAYA JAYA JAYA!" Seru rakyat ketika mendengar kabar ini. Mereka sungguh antusias dan menerima nama baru kerajaan.
Tak berselang lama Elis dan Eren pun melangsungkan pernikahan di perbatasan yang sudah direncanakan papa Geo. Sebelumnya sudah dibuat Aula besar untuk menggelar pernikahan di situ. Design nya mengambil tema alam, dekorasinya berisi tumbuhan, bunga serta dihiasi lampu emas. Tema ini melambangkan kedua kerajaan yang akan bersatu, tanaman melambangkan perkebunan (rempah-rempah) dari Velasco Bela dan lampu emas melambangkan pertambangan dari Calestia North.
Seluruh rakyat sangat menantikan momen ini, mereka selalu antusias mendukung karena kerajaan akan disatukan kembali. Pesta meriah dialakukan di dalam aula dan acara seru-seruan dilakukan di Pantai dekat aula tersebut.
Penobatan
Tibalah hari dimana Eren akan dinobatkan sebagai pemimpin wilayah sekaliguskedua kerajaan. “Please wellcome our king!” begitu MC telah memanggilnya, Eren naik ke podium.
Dengan badan tegap dan percaya diri, ia berucap “Shalom rakyatku, Puji Tuhan kita dapat melaksanakan penobatan ini dengan cuaca yang cerah, fisik yang sehat, serta iman akan Tuhan...” begitulah openingnya.
Tentu saja Elis mendapat gelar permaisuri, dan Eren mendapat gelar King! Mereka menghapus peraturan. Sesuai harapan, upacara penobatan, penyatuan kerajaan berlangsung lancar. Seluruh rakyat bersukacita, kini mereka kembali bersatu dan akan terus bersatu tanpa terpecahkan. Istana lama akan ditempati, sedangkan istana kedua wilayah akan dijadikan tempat kediaman. Namun untuk sementara, mereka akan menginap di Calestia North.
Beberapa pengawal & pelayan berpetualang ke desa-desa hingga pelosok untuk memberi informasi mengenai ini, warga disana sangat berbahagia karena kerajaannya telah kembali
Ketika istana sudah jadi, mereka langsung pindah kesana dan membangun keluarga kecil. Tema kerajaan ini yaitu dark in the light, maksudnya adalah gelap di dalam terang. Tampak dari luar gelap, tapi nyatanya menjadi terang dunia. Pakaian mereka hitam, namun istananya berwarna cerah.
New Kingdom, new life style
Singkat cerita, beberapa tahun membangun kerajaan baru rakyat tidak ada yang kesusahan. Sesuai slogan, Vaceodefor sangat JAYA. Banyak pendatang yang membeli emas dan rempah-rempah mereka.
Di tempat ini, Vaceodefor Moderny Kingdom, seorang bayi, putri mahkota, cucu exVelasco Bela & exCalestia North, cicit Velazquez, telah lahir ke dunia. "Puji Tuhan, dia sehat" Eren bahagia menyaksikan anaknya lahir melihat dunia.
Elaine Bernadette Hwivola (Vaceodefor)
Putri Kerajaan pertama dalam sejarah yang memakai nama Vaceodefor. Akankah dia dijodohkan juga? Akankah nasibnya sama seperti orangtuanya?

Comments