![]() |
| Satu di antara sudut terbaik Prambanan foto: dopamemi |
Pernah nggak sih, se-sumringah itu ketemu turis? Padahal sama sama manusia, makan, minum, nafas di hidung, otak di kepala. Tapi kok rasanya beda aja.
Apalagi gadis norak yang mau ngetes bahasa Inggrisnya. Itu aku.
Waktu itu aku dan keluargaku pergi wisata di daerah Jogja. Ke tempat candi yang dibangun almarhum Bandung Bondowoso, candi Prambanan. Karna itu jadi salah satu destinasi turis.
Tanteku dan aku excited sekali membayangkan skenario akan jumpa bule disana. Aku sendiri udah gladi bersih satu jam sebelum sampai. Aku mau bilang kata-kata mutiara yang mutu lah.
Dengan terlalu percaya diri, tiap turis lewat kita cuman liatin. Itu namanya ke-PD-an di notice duluan ya, teman. Di kasus ini, harus kita yang gerak dulu.
Karna gak mau rugi momen, tanteku suruh aku cepat-cepat sapa cewek dua orang didepan kami. Posisinya sudah mau pulang. Dengan bangga akupun bilang:
"Excuse me, can we take a picture together?"
Dah. Saking blank nya, senyumku di foto gak menginterpretasikan perasaanku. Kayak tertekan gitu. Kita kenalan singkat, menanyakan asal dan nama. Tapi aku udah lupa nama mereka. Agak kumur-kumur gitu loh.
Lalu aku reflex mencet tombol merah di samping mode foto. Niatnya mau praktek kata-kata tadi.
TAPI...
Tiba-tiba kalimat cemerlang itu, hilang. Dia nggak ngasi jejak pergi kemana. Blank. Duh malu banget. Beberapa detik aku jeda, akhirnya.....
"Hi my name is dop i from Indonesia, and you?"
Selesai hidup gueh. Untungnya bule itu baik dan mau jawab. Namanya sama asal dari Roma, Italia.
Lalu basa-basi nya yang terlalu basi adalah, " how to say thankyou in Rome" sekali lagi, "ROME"
Rasanya kayak ditimpa kapas 100 kg. Mana ada bahasa Rome. Harusnya Italy. Harusnya bilang bahasa Italy.
Syukurlah itu bule mengerti. Dijawab dengan baik, "Grazie"
Fyuh. Mungkin dalam hatinya, ini orang waras gak sih. ENGGAK!
Penutup, aku juga tanya, kalau "bye?"
"Ciao"
- dopamemi

Comments