Oleh : dopamemi
![]() |
| foto: pinterest |
Awal dari dua kerajaan
Alkisah, pada tahun 968 di tanah Civuonza, sebuah kemalangan menimpa negeri itu dalam wujud penjajahan yang keji. Dua jiwa muda yang terikat dalam tali persahabatan terpaksa tercerai-berai akibat ketamakan para penjajah. Hingga akhirnya terbentuklah dua kubu yang berbeda di negara yang sama, yaitu Calestia North Kingdom dan Velasco Bela Kingdom. Tak disangka, dua anak yang bersahabat menjadi pemimpin di daerah mereka masing-masing.
Wabah Maut Hitam
Dua puluh sembilan tahun berlalu, pada Februari 997 di Calestia North Kingdom sedang terjadi kelaparan massal. Di sisi lain, tanggal tujuh belas lahirlah sang pewaris takhta, putra Baginda Raja Steve yang diberi nama Riveren Hwiforger Calestia. Kerajaan yang mahsyur akan kekayaan tambang emasnya itu bersorak-sorai dalam kemegahan demi menyambut kehadiran Sang Pangeran, Eren.
Namun, kebahagiaan itu hanyalah sementara, ketika Eren berusia dua minggu kelaparan belum sepenuhnya teratasi. Wabah Maut Hitam juga menyerang banyak orang dewasa sehingga, banyak anak kecil terlantar karena tidak ada yang mengurus. Remaja pun dipaksa menjadi tabib dengan kualitas ala-kadarnya.
Sementara di kerajaan seberang yaitu Velasco Bela kingdom sedang dalam jaya-jayanya. Saat ini, Ratu Medicha dan rakyatnya sedang pesta panen. Medicha sendiri belum mengetahui jika kerajaan seberang sedang menyambut kelahiran putra mahkota.
Dua minggu kemudian, tersebarlah kabar bahwa putra mahkota kerajaan Calestia di North telah lahir. Ratu Medicha langsung bersiap dan bergegas menunggangi kudanya untuk mengucapkan selamat pada teman kecilnya, Steve. Tak lupa membawa hasil panen untuk oleh-oleh.
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, Icha dan pengawalnya sampai di area Calestia. Betapa kagetnya Icha, melihat rakyat-rakyat disana tergeletak tak berdaya di pinggir jalan. Mereka telah membusuk dan badannya dipenuhi bercak hitam yang mengerikan.
"Ayo Paduka Queen, kita bergegas ke Istana. Jangan sampai Paduka menyentuh mereka" Peringatan dari pengawalnya sembari melirik ke mayat yang tergeletak. Icha hanya mengangguk dan melajukan kudanya. Tiba di istana, Medicha langsung ditemani oleh pengawal untuk bertemu Steve di ruangannya. Dengan perasaan prihatin dan sedih, Icha menyusuri ballroom istana itu. Tak banyak yang berubah, kini banyak bercak darah hitam di lantai dan dindingnya. Istana itu seperti tidak terurus. Pengawal Icha langsung sigap memasangkan jubah pelindung kepada Queen nya agar aman.
"Kiranya mereka diberi kekuatan dari Tuhan untuk melaluinya" Ucap Icha dalam hati mendoakan rakyat dan pemimpin Calestia North. Ketika sampai di kamar Steve, Icha mengetuk pintu.
Perjanjian?
Steve sangat bahagia ketika teman kecilnya berkunjung dan membawa oleh-oleh. Setelah basa-basi sebentar Icha dan si teringat akan janji mereka 29 tahun yang lalu mereka berjanji akan kembali bersatu. Dengan keberanian dan tekad Icha memulai percakapan, "Bagaimana kiranya jika garis keturunan kitalah yang kelak menenun kembali perpecahan ini di masa depan?”
Tanya Baginda Steve. "Maksudmu mengikat mereka dalam janji suci demi menyatukan dua takhta kita? Wahai Icha, permaisuri ku pun masih bersemayam di sisiku!” Icha mengelus dadanya dan berujar dengan sabar "Tidakkah kau ingat? Dua orang anak kecil yang berjanji akan bersatu kembali namun tidak terealisasikan, mungkin anak dari anak kecil itu dapat melakukannya. Sudahlah, tak usah dibahas akan kukirimkan segera tabib terbaik dan rempah-rempah untuk mengobati mayat hidup diluar sana"
Steve langsung mengerti dan memberi usul "bagaimana kalau kita membuat misi?"
"Maksudmu?"
"Ya, setelah anak kita dijodohkan mereka harus menjalankan misi menyatukan kedua kerajaan"
Icha menghela nafas kasar, "Bagaimana jika aku belum menikah?"
"Segeralah mencari pasangan hidup, kau akan menemukan kebahagiaan mu, Icha"
Mereka berdua menyetujui rencana gila ini dan pengawalnya Icha langsung menghubungi para tabib serta obat-obatan tradisional dari Velasco Bela untuk membantu Celestia North.
Seorang bangsawan
Beberapa bulan kemudian, penyakit Maut Hitam ini sudah mereda dan sudah ketemu titik terangnya. Steve mengadakan pesta besar-besaran untuk rakyat dan mengundang kerajaan Velasco Bela sebagai ucapan terimakasih.
Medicha hadir bersama kekasihnya dan disambut baik oleh Steve "terimakasih banyak Icha, oh wow kalian tampak serasi" Puji Steve.
Medicha terkekeh dan menggandeng kekasihnya "George, ini Steve teman masa kecilku yang sangat gila"
Sambil berjabat tangan, George memperkenalkan diri "George Dweeg Velazquez"
Steve membalas jabatan tangannya "Steve Hwiforger Calestia. Oh, Ternyata kekasih orang ini ber-genus Velazquez. Keren juga ya kau Icha"
Icha membalasnya "oh jelas, kami bertemu ketika acara peragaan busana istana. Omong-omong, dia adalah seorang peraga yang mahsyur"
Velazquez adalah suatu negara bagian di sekitar kawasan Velasco Bela Kingdom. Tempat itu rata-rata ditinggali oleh para bangsawan.
"Kapankah kau akan menikahi orang gila ini?" Canda Steve.
"Sepertinya aku ingin memukul kepala manusia sekarang juga" Kesal Icha.
Sambil mengelus gandengan di tangannya, George menjawab singkat "secepatnya, dan orang didepan saya ini akan diundang"
Steve celingak celinguk, mencoba memahami yang diucapkan oleh George. "Maksudmu, aku? Tidak ada manusia lain lagi"
George hanya mengangkat bahu "siapa lagi?"
"YESS!! oh iya, Santai saja, kau bisa memanggilku menggunakan nama. Tidak usah terlalu formal, kukira kita seumuran?"
"Sayang, apakah kamu lapar?" Icha mengalihkan pembicaraan.
"Kalian bisa makan di ruang makan istana, sebagai Tamu Kehormatan, mari kuantar" Ajak Steve
Mereka menyantap makanan yang telah disajikan, dan segera kembali ke kerajaan karena George harus menghadiri acara kekeluargaan esok hari.
"Sampai jumpa Velaz, ditunggu undangannya" Kata Steve sambil mengantar mereka di gerbang depan.
"Sudah kubilang aku tidak suka dipanggil seperti itu, stev" Kesal George
Velazquez fam
Keesokan harinya, George pergi untuk menghadiri acara penting. Acaranya adalah membicarakan pernikahan dengan keluarga besar genus "Velazquez" tanpa sepengetahuan Medicha, karena ini akan dijadikan kejutan tak terduga.
Sudah menjadi tradisi di Velazquez fams, jika ingin membahas tentang menantu. Maka, harus dibuat acaranya.
"Jadi… Pacarmu itu adalah Queen VelascoBela? Bagaimana Queen bisa terpikat pada orang sepertimu" Canda nenek Velaz kepada George
"Aku kan sangat berbakat dan tampan nek"
"Sungguh, besar sekali nyalimu!"
"Geo, papa mendukung apapun keputusanmu. Kamu sudah dewasa, sudah tahu mana yang baik dan buruk"
Singkat cerita, pertemuan ditutup dengan makan malam bersama. Setelah makan malam dengan Velazquez fam, geo pulang ke kediaman kekasihnya.
"Selamat malam sayangku" Sapa Icha kepada kekasihnya setelah seharian tidak berjumpa.
Mereka tidur di kamar yang terpisah, namun sebelum tidur di ruang rahasia mereka melakukan saat teduh, seperti membaca Alkitab bersama dan membuat renungan. Walau mereka fokus kerja sambil berpacaran, mereka tetap memprioritaskan Tuhan atas segala hal yang telah dan akan dilalui.
Yash, engagement!
Di kediaman Queen, pelayan mengetuk pintu dan memberi kabar bahwa ada seseorang yang sudah menunggu di Valedree city.
Valedree city adalah salah satu kota terindah di Valesco Bela Kingdom yang tak jauh dengan kediaman bangsawan genus Velazquez.
"Seseorang? Maksudmu?" Tanya Queen
"Ini ada suratnya, Queen" Pelayan memberi surat yang digulung dengan bambu kepada Queen.
Setelah dibaca, Medicha langsung tahu pengirimnya tanpa tertulis nama nya disitu.
Dia menggulung kembali surat itu dan memasukannya ke dalam bambu. "Siapkan kencana, kita kesana sekarang" Perintah mutlak dari Queen langsung dijalankan oleh para pelayan pribadinya.
Desiran angin malam membuat Medicha tidak sabar berjumpa 'seseorang' yang dimaksud. Kira-kira mengapa dia mengajak bertemu di kota ini? Apa karena Valedree merupakan kota terindah di Velasco Bela? Queen sudah ribuan kali pergi kesana. Tidak hanya kesana tapi ke setiap pelosok kawasan Velasco Bela.
Sesampainya di Valedree city, betapa terkejutnya Queen melihat pemandangan disana. Kembang api menggebu-gebu diatas langit, bulan purnama menerangi dunia dengan cahayanya, serta harum bunga yang semerbak. Indah bukan? Namun, ini terlihat aneh menurut Icha. Mengapa tiba tiba lampu di gedung berbentuk hati? Mengapa ada kembang api yang bentuknya hati juga?
Tiba-tiba terdengar instrumen saksofon. Icha berbalik ke belakang, terdapat kekasihnya yang sedang berdiri sambil memegang sesuatu di belakang badannya. Ternyata saksofon itu dimainkan oleh orang sewaan Geo yang tak jauh dari sana.
"Geo?" Beo si Medicha
George mendekat ke Icha, dengan penuh keyakinan dia mengatakan "Setelah segala persoalan kita hadapi bersama. Sepertinya sudah saatnya kita mendalami iman dan merangkai kisah indah serta dengan Kristus, Will u marry me Medicha wossyie?"
Icha butuh beberapa saat untuk mencerna ucapan kekasihnya itu, kemudian ia mengangguk dan menjawab.
"Sekarang aku akan mendapat buah dari doa harian ku, mari kita merangkai kisah kita bersama. Yes, I will George Dweeg"
George langsung memasangkan kalung ke leher Icha dan menggenggam tangannya. "Thankyou babe" Penuh kesederhanaan, namun bermakna. Halaman belakang restoran ini disulap seperti lorong. Lampu-lampu disusun rapi di samping, alunan saksofon yang mengalun indah. Membuat dua sejoli seperti ingin masuk ke mesin waktu agar memperlama momen ini.
Queen and Prince
Akhir September mereka memutuskan untuk menikah di Vatikan city secara privat. Tetapi kerabat dan keluarga besar masing-masing tetap diundang kesana. George tidak akan bergelar Raja, kecuali Medicha mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Satu minggu kemudian di gelarlah pesta sederhana untuk merayakan pernikahan di Velasco Bela.
"Tuhan, mimpi apakah aku semalam. Sehingga aku dapat melihat malaikat ini"
"Oh astaga, apakah Queen kita akan mendapat genus Velazquez!! Dari George Dweeg Velazquez”
"Sepertinya Queen akan bertambah nama"
"Sepertinya kita bisa menangilnya Queen double V (VelascoBela Velazquez)"
Begitulah opini rakyat yang menghadiri pesta tersebut. Namun, walau Queen sudah menikah dengan George.
Putra mahkota Calestia yang baru berusia sembilan bulan pun diajak ke pesta tersebut. Eren datang ditemani King Steve dan permaisuri.
"Puji Tuhan, pesta hari ini berjalan lancar" Ujar Icha mengucap syukur. George mengelus kepala Icha dan mengecupnya.
George menjawab "Ini semua rencana Tuhan."
Pesta berlangsung sangat meriah. Bagaimana tidak? Seorang bangsawan kelas atas menikah dengan Medicha wossyie seorang ratu. Begitu banyak rakyat yang antusias, dan wartawan yang meliput. Rakyat juga menerima George sebagai pendamping Queen mereka.
Pregnant Queen
Desember 997, Queen memberitahukan kehamilannya ke publik. Kehamilan Queen sudah beranjak 1 bulan. Acara syukuran diselenggarakan tanggal 31 tengah malam, mereka merayakan natal bersama, tahun baruan, serta syukuran untuk Queen yang telah mengandung penerus kerajaan.
"Apakah aku boleh mengambil jagung ini"
"Mama, aku mau sapi bakar"
"Jangan kau tinggalkan panggangan ayam itu"
"Queen membayar berapa atas ulah kalian malam ini, huh"
Tak lupa Icha mengundang Steve dan keluarganya. "Ternyata orang gila ini sudah akan memiliki bayi kecil, kuharap kau tidak lupa soal janji kita" Canda Steve sembari memberi emas hasil tambang khas Celestia North.
Medicha pun berterima kasih atas hadiah itu dan teringat akan perjanjian mereka.
Flashback :
Saat itu Icha mengunjungi Steve saat putra mahkota Eren telah lahir karena ingin menolong musibah yang dialami di Calestia North Kingdom
"bagaimana kalau kita membuat misi? setelah anak kita dijodohkan mereka harus menjalankan misi menyatukan kedua kerajaan"
"Bagaimana jika aku belum menikah?"
Flashback end.
Hi semua, makasih udah mau baca cerpen pendek ini yang masih ada part 2 nya. Tulisan masa SMP itu ternyata cukup menarik rangkaian memori. Dan yang aku sadari adalah, aku tukang halu sejak saat itu. Bahkan dari orok.
Siapa sih, bocah yang gak mau jadi anak raja dan hidup sejahtera?

Comments